Mar 08

1. Network Settings
A. Seting network interface dengan ifconfig.
- Static IP Address
#ifconfig [interface_name] [ip_address] netmask [mask]
misal :
#ifconfig eth0 192.168.1.15 netmask 255.255.255.0 broadcast 192.168.1.255

nambahin default gateway :
#route add default gateway [ip address] dev [interface_name]
misal :
#route add default gateway 192.168.1.1 dev eth0

- Dynamic IP Address
Perintahnya :
#dhclient [interface]
misal :
#dhclient eth0
Internet Systems Consortium DHCP Client V3.0.3
Copyright 2004-2005 Internet Systems Consortium.
All rights reserved.
For info, please visit http://www.isc.org/products/DHCP
Listening on LPF/eth0/aa:00:11:22:33:44
Sending on LPF/eth0/aa:00:11:22:33:44
Sending on Socket/fallback
DHCPREQUEST on eth0 to 255.255.255.255 port 67
DHCPACK from 192.168.1.1
bound to 192.168.1.130 — renewal in 1002089 seconds.

- Speed dan Duplex Mode
unuk cek speed dan dupex mode seting :
#ethtool [interface_name]
misal:
#ethtool eth0
Settings for eth0:
Supported ports: [ MII ]
Supported link modes: 10baseT/Half 10baseT/Full
100baseT/Half 100baseT/Full
1000baseT/Half 1000baseT/Full
Supports auto-negotiation: Yes
Advertised link modes: 10baseT/Half 10baseT/Full
100baseT/Half 100baseT/Full
1000baseT/Half 1000baseT/Full
Advertised auto-negotiation: Yes
Speed: 100Mb/s
Duplex: Half
Port: Twisted Pair
PHYAD: 1
Transceiver: internal
Auto-negotiation: on
Supports Wake-on: g
Wake-on: d
Current message level: 0×000000ff (255)
Link detected: yes

Untuk seting duplex mode :
#ethtool [interface_name] -s duplex full | half autoneg off

Untuk seting speed :
#ethtool [interface_name] -s 10|100|1000 autoneg off

Untuk mbalikin speed dan duplex mode ke setingan awalny :
#ethtool [interface_name] -s autoneg on

B. Seting network interface secara permanen.
Perintah2 diatas akan berubah saat reboot atau restart service network komputer. Agar g berubah, buka file /etc/network/interface :
#vim /etc/network/interfaces

- Static IP Address
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.1.15
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.1.1

- Dynamic IP Address
auto eth0
iface eth0 inet dhcp

- Speed, duplex mode & routing
auto eth0
iface eth0 inet static|dhcp
post-up /usr/bin/ethtool eth0 -s speed 100 duplex full autoneg off
post-up route add default gateway 192.168.1.1 dev eth0

2. Networking Checks
Untuk cek semua seting interface :
#ifconfig -a

Untuk cek interface tertentu :
#ifconfig [interface]
misal :
#ifconfig eth0
eth0 Link encap:Ethernet HWaddr AA:00:11:22:33:44
inet addr:192.168.1.15 Bcast:192.168.1.255 Mask:255.255.255.0
inet6 addr: fe80::a800:4ff:0000:000/64 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1
RX packets:1058 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:638 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:1 txqueuelen:1000
RX bytes:100716 (98.3 KiB) TX bytes:86309 (84.2 KiB)
Interrupt:169

Untuk cek gateway :
#route -n

3. DNS (Domain Name System)
DNS, dengan name servers, merubah nama domain atau FQDN (Fully Qualified Domain Name) menjadi IP Address.
Contoh, untuk mengakses www.zulfanruri.com FQDN dengan web browser seperti firefox, pertama nama website di terjemahkan menjadi IP Address oleh name server (DNS server)
IP Address name server tersimpan di file /etc/resolv.conf, jika dpt IP Address dinamis (DHCP) maka name server otomatis menambahkan ke file tersebut.
#vim /etc/resolv.conf
nameserver 192.168.1.1

dimana 192.168.1.1 adalah IP Address name server.
Untuk cek, coba perintah :
#dig [namadomain]

4. Proxy
Jika akses internetnya menggunakan proxy, gunakan seting berikut :
#export HTTP_PROXY=”http://logintongueassword@proxy_addresstongueroxy_port”
#export FTP_PROXY=”ftp://logintongueassowrd@proxy_addresstongueroxy_port”

Untuk cek seting proxy :
#export | grep PROXY
declare -x export HTTP_PROXY=”http://logintongueassword@proxy_addresstongueroxy_port
declare -x export FTP_PROXY=”http://logintongueassword@proxy_addresstongueroxy_port

seting di atas akan hilang saat reboot komputer, sehingga jika pengen seting pemanen ikuti langkah berikut :
cek shell yg dipake :
#echo $SHELL
/bin/bash
akses ke home directory :
#cd ~/
tambahkan seting proxy di file “.bashrc” (hidden):
#vim .bashrc
export HTTP_PROXY=”http://logintongueassword@proxy_addresstongueroxy_port”
export FTP_PROXY=”ftp://logintongueassword@proxy_addresstongueroxy_port”

cek proxy seting :
#cat ~/.bashrc ¦ grep PROXY
export HTTP_PROXY=”http://logintongueassword@proxy_addresstongueroxy_port”
export FTP_PROXY=”ftp://logintongueassword@proxy_addresstongueroxy_port”

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger Post
  • WordPress
  • Plurk
  • Share/Bookmark
Tagged with:
Mar 08

Selama ini untuk melakukan aktivitas internetan, saya selalu menggunakan dua browser favorit yaitu Mozilla Firefox dan Opera. Kenapa perlu dua browser, tentunya karena menurut saya diantara keduanya memiliki keunggulan masing-masing yang saling melengkapi. Namun akhir-akhir ini saya sering kesal karena kualitas koneksi internet yang saya pakai sedang mengalamai masalah, super lambat.

Lantas apa hubungannya dengan squid? Beberapa diantara kita mungkin sudah mahfum bahwa untuk mensiasati lambatnya koneksi internet, kita bisa memanfaatkan fitur web cache yang ada pada browser. Jadi untuk bagian-bagian tertentu dari halaman web yang pernah kita kunjungi, browser nggak perlu lagi mengambil dari server, cukup dari simpanannya saja.

Oke masalah sedikit tersiasati, namun itu hanya berlaku untuk browser yang sama. Padahal saya punya dua browser favorit, dan saya ingin halaman yang pernah dikunjungi Firefox dan tersimpan dalam cache juga bisa dimanfaatkan oleh Opera dan begitu pula sebaliknya. Nah akhirnya saya mulai melirik untuk membuat local web cache server pada komputer saya, dan squidlah yang menjadi pilihan.

Berikut ini adalah langkah-langkah ngoprek squid untuk dijadikan local cache server:

1. Instalasi squid.

Buka terminal dan ketikkan perintah berikut :
$ sudo apt-get install squid

2. Membuat file log dan direktory untuk cache.

File log yang dimaksud adalah untuk cache_log dan access_log. Cache_log berfungsi untuk mencatat penulisan cache pada cache direktory sedangkan access log akan berisi daftar trafik yang pernah terjadi melalui port squid.
Direktory cache adalah tempat penyimpanan cache website yang pernah dikunjungi. Ketiga item tersebut harus menjadi hak milik cache_efective_user, dan supaya gampang kita sebut saja squid sebagai usernya.

$ mkdir /usr/local/squid
$ mkdir /usr/local/squid/cache
$ touch /usr/local/squid/cache.log
$ touch /usr/local/squid/access.log
$ sudo adduser squid
$ chown -Rf squid.squid /usr/local/squid

3. Mengkonfigurasi squid

Supaya bisa bekerja sesuai dengan keinginan kita harus memodifikasi isi dari squid.conf file. Biasanya setelah default install, file tersebut tersimpan di direktori /etc/squid/. Namun seandainya tidak ketemu, bisa menggunakan perintah berikut untuk mencarinya: sudo find / -name squid.conf
Saat pertama kali terinstall, squid akan memiliki sebuah default configuration file yang disertai coment-comment yang begitu buanyak, sehingga poin-poin konfigurasinya justru tersembunyi di dalam rimba coment tersebut. Jalankan perintah berikut untuk menghilangkan coment dan baris kosong pada default squid.conf file:
$ sudo chown squid.squid /var/spool/squid -Rf
$ sudo chown squid.squid -Rf /etc/squid
$ sudo -u squid mv /etc/squid/squid.conf /etc/squid/squid.conf.original
$ sudo -u squid touch /etc/squid/squid.conf
$ sudo -u squid cat /etc/squid/squid.conf.original | sed ‘/ *#/d; /^ *$/d’ > /etc/squid/squid.conf

Salah satu item yang perlu di-customize dari squid config file ini adalah variable yang berisi file log dan direktory cache sehingga merujuk pada yang telah kita siapkan sebelumnya.
cache_dir ufs /usr/local/squid/cache 1024 16 256
access_log /usr/local/squid/access.log
cache_log /usr/local/squid/cache.log
cache_store_log none

Kemudian untuk membuat squid sebagai chache server, option berikut yang perlu ditambahkan :
http_port 3128 transparent
cache_mem 1024 MB
cache_swap_low 94
cache_swap_high 96
maximum_object_size 16384 KB
minimum_object_size 4 KB
maximum_object_size_in_memory 2048 KB
fqdncache_size 1024
cache_replacement_policy heap GDSF
memory_replacement_policy heap GDSF

visible_hostname localhost
cache_mgr admin@localhost
cache_effective_user squid
cache_effective_group squid

Berikut ini adalah contoh configuration file yang saya gunakan.

4. Membuat struktur cache directory.

Dengan menjalankan perintah berikut, squid akan membentuk struktur direktori untuk penyimpanan cachenya:

$ sudo -u squid squid –z

5. Test squid

Jalankah perintah berikut untuk menguji coba konfigurasi squid yang telah dimodifikasi:

$ squid –d 1 -D

Kalau tidak ada error maka configuration file yang kita buat sudah ok. Dan jika ternyata masih ada error maka setelah melakukan perubahan pada squid.conf, jalankan perintah squid –k reconfigure untuk memerintahkan squid membaca ulang squid conf yang telah diedit.

6. Menjalankan squid

Untuk menjalankan squid, gunakan perintah berikut ini:

$ squid -sYD
Setelah langkah langkah diatas sukses, selanjutnya kita perlu mensetting browser supaya menggunakan proxy pada localhost port 3128.

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger Post
  • WordPress
  • Plurk
  • Share/Bookmark
Tagged with:
preload preload preload