Jul 16

IMPLEMENTASI VLAN

  1. APA ITU VLAN
  2. BUAT APA VLAN
  3. BAGAIMANA VLAN BEKERJA

==========================================

APA ITU VLAN

vlan-topologi-smallSebuah Local Area Network (LAN) pada dasarnya diartikan sebagai sebuat network dari kumpulan computer yang berada pada lokasi yang sama. Sebuah LAN diartikan sebagai single broadcast domain, artinya ada sebuah broadcast informasi dari seorang user dalam LAN, broadcast akan diterima oleh setiap user lain dalam LAN tersebut.Broadcast yang keluar dari LAN bisa difilter dengan router. Susunan dari broadcast domain tergantung juga dari jenis koneksi fisik perangkat networknya. Virtual Local Area Network (VLAN) dikembangkan sebagai pilihan alternatif untuk mengurangi broadcast traffic.

Sebuah Virtual LAN merupakan fungsi logik dari sebuah switch. Fungsi logik ini mampu membagi jaringan LAN ke dalam beberapa jaringan virtual. Jaringan virtual ini tersambung ke dalam perangkat fisik yang sama. Implementasi VLAN dalam jaringan memudahkan seorang administrator dalam membagi secara logik group-group workstation secara fungsional dan tidak dibatasi oleh lokasi.

vlan-topologi

Dalam tradisioanl LAN, workstation masing-masing terhubung dengan workstation yang lain dalam sebuah hub. Perangkat ini akan menyebarkan semua lalu lintas data di seluruh network. Jika ada dua user yang mencoba mengirim informasi pada waktu yang sama, sebuah tabrakan (collision) akan terjadi dan semua pengiriman data akan hilang. Jika tabrakan (collision) telah terjadi, pengiriman data akan dilanjutkan disebar di seluruh network oleh hub. Informasi data asal akan terus mengirim sampai dengan collision hilang. Dengan demikian akan banyak membuang waktu dan resource (sumber daya).

Untuk mengatasi collision di sebuah network, maka digunakanlah sebuah bridge atau sebuah switch. Perangkat ini tidak akan mem-forward collision, tapi bisa melewatkan broadcast (ke setiap user di network) dan multicast. Dan sebuah router digunakan untuk mencegah broadcast dan multicast dari lalulintas data network.

BUAT APA VLAN

Menurut IEEE standard 802.1Q, Virtual LANs menawarkan sebuah metode untuk membagi satu fisik network ke banyak broadcast domains. dalam network besar, broadcast domain ini biasanya sama dengan batas IP subnet, yang masing-masing subnet mempunyai satu VLAN.

Sebuah VLAN membolehkan banyak Virtual LANs berdampingan dalam sebuah fisik LAN (switch). Artinya jika ada dua mesin yang terhubung dalam switch yang sama tidak dapat mengirim Ethernet frames ke mesin lain meskipun dalam satu kabel yang sama. Jika dibutuhkan untuk komunikasi, maka sebuah router harus ditempatkan di antara dua VLAN tersebut untuk memforward paket, seperti jika ada dua LAN yang secara fisik terpisah.

Untuk mengenali traffic dari VLAN yang berbeda, 802.1Q standard mendefinisikan sebuah metode yang disebut VLAN TAGGING. dengan tagging, switches memasukkan 4-bit VLAN tag ke dalam header dari masing-masing frame. sebuah tag mengandung 12-bit. VLAN ID. pengenal frame anggota VLAN.

BAGAIMANA VLAN BEKERJA

Di banyak distro linux semuanya sudah menyertakan vlan-tool di dalam distribusinya.

seperti :

Debian : apt-get install vlan

Redhat/Fedora : rpm -ivh vconfig.i386.rpm

Jika distro anda tidak mempunyai program itu silahkan download dengan versi terbarunya di : http://scry.wanfear.com/~greear/vlan.html.

Situasi yang dihadapi :

  • Kernel sudah dicompile dengan dukungan 802.1Q (built-in/module) dan vlan-tool.
  • vlan utilities, seperti vconfig, ifenslave, iproute2.
  • sebuah pc linux :)
  • cisco switch, swith AT-8024 (alied telesyn)
  • cisco router (kalo bisa)

SETTING VLAN

sebagai root :

modprobe 8021q # lewati baris ini jika kernel anda sudah dicompile built-in 802.1q dan tidak sebagai module.

#Silahkan tambahkan tiga vlan interface di eth1 (sebagai contoh) dengan vlan id 5, 6, 7 dan 8 :

vconfig add eth1 5

vconfig add eth1 6

vconfig add eth1 7

vconfig add eth1 8

perhatian: jangan menggunakan vlan 1. karena di banyak device digunakan sebagai management vlan internal (seperti cisco, AT)

untuk melihat interface yang telah dibuat :

ifconfig eth1.5

ifconfig eth1.6

ifconfig eth1.7

ifconfig eth1.8

atau

ifconfig -a

untuk menghapus vlan interface:

vconfig rem eth1.5

vconfig rem eth1.6

vconfig rem eth1.7

vconfig rem eth1.8

dan banyak informasi dan statistik yang dapat dilihat di /proc/net/vlan/ folder :

[root@masterpop3 root]# cat /proc/net/vlan/eth1.2
eth1.2  VID: 2      REORDER_HDR: 1  dev->priv_flags: 1
         total frames received:     53973265
         total bytes received:   1075877000
         Broadcast/Multicast Rcvd:       397878
         total frames transmitted:     41904604
         total bytes transmitted:   2333267429
         total headroom inc:            0
         total encap on xmit:     41904604

Device: eth1
INGRESS priority mappings: 0:0  1:0  2:0  3:0  4:0  5:0  6:0 7:0
EGRESSS priority Mappings:

dan sekarang, anda dapat meng-konfigurasi vlan interface anda seperti interface biasa.

Untuk meningkatkan kapasitas bandwidth traffic dan load-balancing bisa digunakan bonding interface (silahkan baca dibawah).

CONTOH APLIKASI VLAN :

  • DI LINUX

=====================================================

#!/bin/bash

modprobe 8021q

ifconfig eth1 down

ifconfig eth1 up

vconfig add eth1 5

vconfig add eth1 6

vconfig add eth1 7

vconfig add eth1 8

ifconfig eth1.5 10.10.1.1 netmask 255.255.255.0 broadcast 10.10.1.255 up

ifconfig eth1.6 10.10.2.1 netmask 255.255.255.0 broadcast 10.10.2.255 up

ifconfig eth1.7 10.10.3.1 netmask 255.255.255.0 broadcast 10.10.3.255 up

ifconfig eth1.8 10.10.4.1 netmask 255.255.255.0 broadcast 10.10.4.255 up

=====================================================

untuk melihat interface yang telah dibuat ketik : /sbin/ifconfig -a

  • Di Fedora / Redhat Linux (RPM Based)

[root@linux aa]# cd /etc/sysconfig/network-scripts/

[root@linux network-scripts]# cat ifcfg-eth1.5

DEVICE=eth1.5

BOOTPROTO=static

IPADDR=10.10.1.1

NETMASK=255.255.255.0

ONBOOT=yes

VLAN=yes

[root@linux network-scripts]# cat ifcfg-eth1.6

DEVICE=eth1.6

BOOTPROTO=static

IPADDR=10.10.2.1

NETMASK=255.255.255.0

ONBOOT=yes

VLAN=yes

[root@linux network-scripts]# cat ifcfg-eth1.7

DEVICE=eth1.7

BOOTPROTO=static

IPADDR=10.10.3.1

NETMASK=255.255.255.0

ONBOOT=yes

VLAN=yes

[root@linux network-scripts]# cat ifcfg-eth1.8

DEVICE=eth1.8

BOOTPROTO=static

IPADDR=10.10.4.1

NETMASK=255.255.255.0

ONBOOT=yes

VLAN=yes

========================================================

SWITCH MANAGABLE ALIED-TELESYN AT-8024 (24 port)

main menu -> VLAN menu (2) -> Configure VLANs (5)

1 Default_VLAN U: 23-24

T:

5 vlan5 U: 1-6

T: 23-24

6 vlan6 U: 7-12

T: 23-24

7 vlan7 U: 13-18

T: 23-24

8 vlan8 U: 19-22

T: 23-24

Port 23,24 sebagai port tagging atau port trunking (yang bisa dihubungkan ke port trunking linux atau router cisco).

=======================================================================

CISCO switch && router

A. Switch Cisco Configuration

Konfigurasikan port yang digunakan untuk tujuan vlan :

conf t
interface FastEthernet0/1 (#sampai dengan Fe0/6)
 switchport access vlan 5
!
interface FastEthernet0/7 (#sampai dengan Fe0/12)
 switchport access vlan 6
!
interface FastEthernet0/13 (#sampai dengan Fe0/18)
 switchport access vlan 7
!
interface FastEthernet0/19 (#sampai dengan Fe0/22)
 switchport access vlan 8
end

Sekarang, membuat port trunking (23, 24) di switch cisco.

conf t
interface FastEthernet0/23  (#port 23 dan port 24 sbg trunking)
 switchport trunk encapsulation dot1q
 switchport trunk allowed vlan 5-8
 switchport mode trunk

B. Router Cisco Configuration

ro-cisco>Enable
ro-cisco#Configure terminal
ro-cisco#Interface FastEthernet0/0.1
ro-cisco#Encapsulation dot1q 5
ro-cisco#IP address 10.10.1.1 255.255.255.0
ro-cisco#Exit
ro-cisco#Interface FastEthernet0/0.2
ro-cisco#Encapsulation dot1q 6
ro-cisco#IP address 10.10.2.1 255.255.255.0
ro-cisco#Exit
ro-cisco#Interface FastEthernet0/0.3
ro-cisco#Encapsulation dot1q 7
ro-cisco#IP address 10.10.3.1 255.255.255.0
ro-cisco#Exit
ro-cisco#Interface FastEthernet0/0.4
ro-cisco#Encapsulation dot1q 8
ro-cisco#IP address 10.10.4.1 255.255.255.0
ro-cisco#Exit
ro-cisco#Exit
ro-cisco#Write memory

===============================================================

Bonding (Port Trunking)

Apa itu bonding ?

Bonding adalah sama dengan port trunking. Bonding membolehkan anda untuk mengumpulkan banyak port ke single group. kombinasi efektif bandwidth ke dalam single koneksi. Bonding juga membolehkan anda untuk membuat jalur multi-gigabit traffic lalu lintas data ke dalam traffic area tertinggi di dalam network anda. sebagai contoh, anda dapat mengumpulkan tiga megabits port ke dalam sebuah tiga-megabits trunk port. Ini sama artinya dengan punya satu interface dengan kecepatan tiga megabit.

Sangat disarankan dalam penggunaan vlan dengan bonding karena dapat meningkatkan ke bandwidth yang tersedia. Dibawah ini contoh script penggunaan vlan dan bonding.

#!/bin/bash
modprobe 8021q
modprobe bonding mode=0 miimon=100
ifconfig eth0 down
ifconfig eth1 down
ifconfig eth2 down
ifconfig bond0 0.0.0.0
ifconfig eth1 0.0.0.0
ifconfig eth2 0.0.0.0
ifconfig bond0 hw ether 00:11:22:33:44:55
ifconfig bond0 10.1.1.3 up

ifenslave bond0 eth1
ifenslave bond0 eth2

vconfig add bond0 2
vconfig add bond0 3
vconfig add bond0 4
vconfig add bond0 5
vconfig add bond0 6

ifconfig bond0.2 192.168.2.1 netmask 255.255.255.0 broadcast 192.168.2.255 up
ifconfig bond0.3 192.168.3.1 netmask 255.255.255.0 broadcast 192.168.3.255 up
ifconfig bond0.4 192.168.4.1 netmask 255.255.255.0 broadcast 192.168.4.255 up
ifconfig bond0.5 192.168.5.1 netmask 255.255.255.0 broadcast 192.168.5.255 up
ifconfig bond0.6 192.168.6.1 netmask 255.255.255.0 broadcast 192.168.6.255 up

echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward

Reference :

http://scry.wanfear.com/~greear/vlan/howto.html

http://www.linuxhorizon.ro/vlans.html

http://www.lanarchitect.net/Articles/VLANTrunking/Implementation/

from : http://aa.bliblog.com/implementasi-vlan
  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger Post
  • WordPress
  • Plurk
  • Share/Bookmark
Tagged with:
Jul 16

==== Virtual Local Area Network ====

PENGANTAR

Pemanfaatan teknologi jaringan komputer sebagai media komunikasi data hingga
saat ini semakin meningkat. Kebutuhan atas penggunaan bersama resources yang
ada dalam jaringan baik software maupun hardware telah mengakibatkan timbulnya
berbagai pengembangan teknologi jaringan itu sendiri. Seiring dengan semakin
tingginya tingkat kebutuhan dan semakin banyaknya pengguna jaringan yang
menginginkan suatu bentuk jaringan yang dapat memberikan hasil maksimal baik
dari segi efisiensi maupun peningkatan keamanan jaringan itu sendiri.
Berlandaskan pada keinginan-keinginan tersebut, maka upaya-upaya penyempurnaan
terus dilakukan oleh berbagai pihak.

Dengan memanfaatkan berbagai tekhnik khususnya teknik subnetting dan penggunaan hardware yang lebih baik (antara lain switch) maka muncullah konsep Virtual Local Area Network (VLAN)
yang diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih baik dibanding
Local area Network (LAN).

PENGERTIAN

VLAN merupakan suatu model jaringan yang tidak terbatas pada lokasi fisik
seperti LAN , hal ini mengakibatkan suatu network dapat dikonfigurasi secara
virtual tanpa harus menuruti lokasi fisik peralatan. Penggunaan VLAN akan
membuat pengaturan jaringan menjadi sangat fleksibel dimana dapat dibuat
segmen yang bergantung pada organisasi atau departemen, tanpa bergantung pada
lokasi workstation seperti pada gambar dibawah ini

Gambar Jaringan VLAN

BAGAIMANA VLAN BEKERJA

VLAN diklasifikasikan berdasarkan metode (tipe) yang digunakan untuk
mengklasifikasikannya, baik menggunakan port, MAC addresses dsb. Semua
informasi yang mengandung penandaan/pengalamatan suatu vlan (tagging)
di simpan dalam suatu database (tabel), jika penandaannya berdasarkan
port yang digunakan maka database harus mengindikasikan port-port yang
digunakan oleh VLAN. Untuk mengaturnya maka biasanya digunakan
switch/bridge yang manageable atau yang bisa di atur. Switch/bridge
inilah yang bertanggung jawab menyimpan semua informasi dan konfigurasi
suatu VLAN dan dipastikan semua switch/bridge memiliki informasi yang sama.
Switch akan menentukan kemana data-data akan diteruskan dan sebagainya.
atau dapat pula digunakan suatu software pengalamatan (bridging software)
yang berfungsi mencatat/menandai suatu VLAN beserta workstation yang
didalamnya.untuk menghubungkan antar VLAN dibutuhkan router.

TIPE TIPE VLAN

Keanggotaan dalam suatu VLAN dapat di klasifikasikan berdasarkan port
yang di gunakan , MAC address, tipe protokol.

1. Berdasarkan Port

Keanggotaan pada suatu VLAN dapat di dasarkan pada port yang di gunakan oleh
VLAN tersebut. Sebagai contoh, pada bridge/switch dengan 4 port, port 1, 2,
dan 4 merupakan VLAN 1 sedang port 3 dimiliki oleh VLAN 2, lihat tabel:

Tabel port dan VLAN

Port 1 2 3 4
VLAN 2 2 1 2

Kelemahannya adalah user tidak bisa untuk berpindah pindah, apabila harus
berpindah maka Network administrator harus mengkonfigurasikan ulang.

2. Berdasarkan MAC Address

Keanggotaan suatu VLAN didasarkan pada MAC address dari setiap workstation
/komputer yang dimiliki oleh user. Switch mendeteksi/mencatat semua MAC
address yang dimiliki oleh setiap Virtual LAN. MAC address merupakan suatu
bagian yang dimiliki oleh NIC (Network Interface Card) di setiap workstation.
Kelebihannya apabila user berpindah pindah maka dia akan tetap terkonfigurasi
sebagai anggota dari VLAN tersebut.Sedangkan kekurangannya bahwa setiap mesin
harus di konfigurasikan secara manual , dan untuk jaringan yang memiliki
ratusan workstation maka tipe ini kurang efissien untuk dilakukan.

Tabel MAC address dan VLAN

MAC address 132516617738 272389579355 536666337777 24444125556
VLAN 1 2 2 1

3. Berdasarkan tipe protokol yang digunakan
Keanggotaan VLAN juga bisa berdasarkan protocol yang digunakan, lihat tabel

Tabel Protokol dan VLAN

Protokol IP IPX
VLAN 1 2

4. Berdasarkan Alamat Subnet IP
Subnet IP address pada suatu jaringan juga dapat digunakan untuk mengklasifikasi
suatu VLAN

Tabel IP Subnet dan VLAN

IP subnet 22.3.24 46.20.45
VLAN 1 2

Konfigurasi ini tidak berhubungan dengan routing pada jaringan dan juga tidak
mempermasalahkan funggsi router.IP address digunakan untuk memetakan keanggotaan
VLAN.Keuntungannya seorang user tidak perlu mengkonfigurasikan ulang alamatnya
di jaringan apabila berpindah tempat, hanya saja karena bekerja di layer yang lebih
tinggi maka akan sedikit lebih lambat untuk meneruskan paket di banding
menggunakan MAC addresses.

5. Berdasarkan aplikasi atau kombinasi lain
Sangat dimungkinkan untuk menentukan suatu VLAN berdasarkan aplikasi yang
dijalankan, atau kombinasi dari semua tipe di atas untuk diterapkan pada suatu
jaringan. Misalkan: aplikasi FTP (file transfer protocol) hanya bias digunakan
oleh VLAN 1 dan Telnet hanya bisa digunakan pada VLAN 2.

PERBEDAAN MENDASAR ANTARA LAN DAN VLAN

Perbedaan yang sangat jelas dari model jaringan Local Area Network dengan
Virtual Local Area Network adalah bahwa bentuk jaringan dengan model Local
Area Network sangat bergantung pada letak/fisik dari workstation, serta
penggunaan hub dan repeater sebagai perangkat jaringan yang memiliki beberapa
kelemahan. Sedangkan yang menjadi salah satu kelebihan dari model jaringan
dengan VLAN adalah bahwa tiap-tiap workstation/user yang tergabung dalam
satu VLAN/bagian (organisasi, kelompok dsb) dapat tetap saling berhubungan
walaupun terpisah secara fisik. Atau lebih jelas lagi akan dapat kita
lihat perbedaan LAN dan VLAN pada gambar dibawah ini.

Gambar konfigurasi LAN

[hub]-[1]-[1]-[1] <– lan 1/di lantai 1
|
[x]–[hub]-[2]-[2]-[2] <– lan 2/di lantai 2
|
[hub]-[3]-[3]-[3] <– lan 3/di lantai 3

Gambar konfigurasi VLAN

[switch]-[1]-[3]-[2]
|
[x]–[switch]-[3]-[1]-[1]
|
[switch]-[2]-[3]-[1]

[x] = router [1] = pc termasuk lan 1 ; [2] = lan 2 ; [3]= lan 3

Terlihat jelas VLAN telah merubah batasan fisik yang selama ini tidak dapat
diatasi oleh LAN. Keuntungan inilah yang diharapkan dapat memberikan
kemudahan-kemudahan baik secara teknis dan operasional.

PERBANDINGAN VLAN DAN LAN

A.Perbandingan Tingkat Keamanan

Penggunaan LAN telah memungkinkan semua komputer yang terhubung dalam jaringan
dapat bertukar data atau dengan kata lain berhubungan. Kerjasama ini semakin
berkembang dari hanya pertukaran data hingga penggunaan peralatan secara bersama
(resource sharing atau disebut juga hardware sharing).10 LAN memungkinkan data
tersebar secara broadcast keseluruh jaringan, hal ini akan mengakibatkan mudahnya
pengguna yang tidak dikenal (unauthorized user) untuk dapat mengakses semua
bagian dari broadcast. Semakin besar broadcast, maka semakin besar akses yang
didapat, kecuali hub yang dipakai diberi fungsi kontrol keamanan.

VLAN yang merupakan hasil konfigurasi switch menyebabkan setiap port switch
diterapkan menjadi milik suatu VLAN. Oleh karena berada dalam satu segmen,
port-port yang bernaung dibawah suatu VLAN dapat saling berkomunikasi langsung.
Sedangkan port-port yang berada di luar VLAN tersebut atau berada dalam
naungan VLAN lain, tidak dapat saling berkomunikasi langsung karena VLAN tidak
meneruskan broadcast.

VLAN yang memiliki kemampuan untuk memberikan keuntungan tambahan dalam
hal keamanan jaringan tidak menyediakan pembagian/penggunaan media/data
dalam suatu jaringan secara keseluruhan. Switch pada jaringan menciptakan
batas-batas yang hanya dapat digunakan oleh komputer yang termasuk dalam
VLAN tersebut. Hal ini mengakibatkan administrator dapat dengan mudah
mensegmentasi pengguna, terutama dalam hal penggunaan media/data yang
bersifat rahasia (sensitive information) kepada seluruh pengguna jaringan
yang tergabung secara fisik.

Keamanan yang diberikan oleh VLAN meskipun lebih baik dari LAN,belum menjamin
keamanan jaringan secara keseluruhan dan juga belum dapat dianggap cukup
untuk menanggulangi seluruh masalah keamanan .VLAN masih sangat memerlukan
berbagai tambahan untuk meningkatkan keamanan jaringan itu sendiri seperti
firewall, pembatasan pengguna secara akses perindividu, intrusion detection,
pengendalian jumlah dan besarnya broadcast domain, enkripsi jaringan, dsb.

Dukungan Tingkat keamanan yang lebih baik dari LAN inilah yang dapat
dijadikan suatu nilai tambah dari penggunaan VLAN sebagai sistem jaringan.
Salah satu kelebihan yang diberikan oleh penggunaan VLAN adalah kontrol
administrasi secara terpusat, artinya aplikasi dari manajemen VLAN dapat
dikonfigurasikan, diatur dan diawasi secara terpusat, pengendalian broadcast
jaringan, rencana perpindahan, penambahan, perubahan dan pengaturan akses
khusus ke dalam jaringan serta mendapatkan media/data yang memiliki fungsi
penting dalam perencanaan dan administrasi di dalam grup tersebut semuanya
dapat dilakukan secara terpusat. Dengan adanya pengontrolan manajemen
secara terpusat maka administrator jaringan juga dapat mengelompokkan
grup-grup VLAN secara spesifik berdasarkan pengguna dan port dari switch
yang digunakan, mengatur tingkat keamanan, mengambil dan menyebar data
melewati jalur yang ada, mengkonfigurasi komunikasi yang melewati switch,
dan memonitor lalu lintas data serta penggunaan bandwidth dari VLAN saat
melalui tempat-tempat yang rawan di dalam jaringan.

B.Perbandingan Tingkat Efisiensi

Untuk dapat mengetahui perbandingan tingkat efisiensinya maka perlu di
ketahui kelebihan yang diberikan oleh VLAN itu sendiri diantaranya:

•Meningkatkan Performa Jaringan
LAN yang menggunakan hub dan repeater untuk menghubungkan peralatan
komputer satu dengan lain yang bekerja dilapisan physical memiliki
kelemahan, peralatan ini hanya meneruskan sinyal tanpa memiliki
pengetahuan mengenai alamat-alamat yang dituju. Peralatan ini juga
hanya memiliki satu domain collision sehingga bila salah satu port
sibuk maka port-port yang lain harus menunggu. Walaupun peralatan
dihubungkan ke port-port yang berlainan dari hub.

Protokol ethernet atau IEEE 802.3 (biasa digunakan pada LAN) menggunakan
mekanisme yang disebut Carrier Sense Multiple Accsess Collision Detection
(CSMA/CD) yaitu suatu cara dimana peralatan memeriksa jaringan terlebih
dahulu apakah ada pengiriman data oleh pihak lain. Jika tidak ada
pengiriman data oleh pihak lain yang dideteksi, baru pengiriman data dilakukan.
Bila terdapat dua data yang dikirimkan dalam waktu bersamaan,
maka terjadilah tabrakan (collision) data pada jaringan. Oleh sebab itu
jaringan ethernet dipakai hanya untuk transmisi half duplex, yaitu pada
suatu saat hanya dapat mengirim atau menerima saja.

Berbeda dari hub yang digunakan pada jaringan ethernet (LAN), switch yang
bekerja pada lapisan datalink memiliki keunggulan dimana setiap port
didalam switch memiliki domain collision sendiri-sendiri. Oleh sebab
itu sebab itu switch sering disebut juga multiport bridge. Switch
mempunyai tabel penterjemah pusat yang memiliki daftar penterjemah untuk
semua port. Switch menciptakan jalur yang aman dari port pengirim dan
port penerima sehingga jika dua host sedang berkomunikasi lewat jalur
tersebut, mereka tidak mengganggu segmen lainnya. Jadi jika satu port
sibuk, port-port lainnya tetap dapat berfungsi.

Switch memungkinkan transmisi full-duplex untuk hubungan ke port dimana
pengiriman dan penerimaan dapat dilakukan bersamaan dengan penggunakan
jalur tersebut diatas. Persyaratan untuk dapat mengadakan hubungan
full-duplex adalah hanya satu komputer atau server saja yang dapat dihubungkan
ke satu port dari switch. Komputer tersebut harus memiliki network card
yang mampu mengadakan hubungan full-duflex, serta collision detection
dan loopback harus disable.

Switch pula yang memungkinkan terjadinya segmentasi pada jaringan atau
dengan kata lain switch-lah yang membentuk VLAN.Dengan adanya segmentasi
yang membatasi jalur broadcast akan mengakibatkan suatu VLAN tidak dapat
menerima dan mengirimkan jalur broadcast ke VLAN lainnya. Hal ini secara
nyata akan mengurangi penggunaan jalur broadcast secara keseluruhan,
mengurangi penggunaan bandwidth bagi pengguna, mengurangi kemungkinan
terjadinya broadcast storms (badai siaran) yang dapat menyebabkan
kemacetan total di jaringan komputer.

Administrator jaringan dapat dengan mudah mengontrol ukuran dari jalur
broadcast dengan cara mengurangi besarnya broadcast secara keseluruhan,
membatasi jumlah port switch yang digunakan dalam satu VLAN serta jumlah
pengguna yang tergabung dalam suatu VLAN.

•Terlepas dari Topologi Secara Fisik

Jika jumlah server dan workstation berjumlah banyak dan berada di lantai
dan gedung yang berlainan, serta dengan para personel yang juga tersebar
di berbagai tempat, maka akan lebih sulit bagi administrator jaringan
yang menggunakan sistem LAN untuk mengaturnya, dikarenakan akan banyak
sekali diperlukan peralatan untuk menghubungkannya. Belum lagi apabila
terjadi perubahan stuktur organisasi yang artinya akan terjadi banyak
perubahan letak personil akibat hal tersebut.

Permasalahan juga timbul dengan jaringan yang penggunanya tersebar di
berbagai tempat artinya tidak terletak dalam satu lokasi tertentu secara
fisik. LAN yang dapat didefinisikan sebagai network atau jaringan sejumlah
sistem komputer yang lokasinya terbatas secara fisik, misalnya dalam satu
gedung, satu komplek, dan bahkan ada yang menentukan LAN berdasarkan jaraknya
sangat sulit untuk dapat mengatasi masalah ini.

Sedangkan VLAN yang memberikan kebebasan terhadap batasan lokasi secara
fisik dengan mengijinkan workgroup yang terpisah lokasinya atau berlainan
gedung, atau tersebar untuk dapat terhubung secara logik ke jaringan
meskipun hanya satu pengguna. Jika infrastuktur secara fisik telah
terinstalasi, maka hal ini tidak menjadi masalah untuk menambah port
bagi VLAN yang baru jika organisasi atau departemen diperluas dan tiap
bagian dipindah. Hal ini memberikan kemudahan dalam hal pemindahan personel,
dan tidak terlalu sulit untuk memindahkan pralatan yang ada
serta konfigurasinya dari satu tempat ke tempat lain.Untuk para pengguna
yang terletak berlainan lokasi maka administrator jaringan hanya perlu
menkofigurasikannya saja dalam satu port yang tergabung dalam satu VLAN
yang dialokasikan untuk bagiannya sehingga pengguna tersebut dapat bekerja
dalam bidangnya tanpa memikirkan apakah ia harus dalam ruangan yang sama
dengan rekan-rekannya.

Hal ini juga mengurangi biaya yang dikeluarkan untuk membangun suatu
jaringan baru apabila terjadi restrukturisasi pada suatu perusahaan,
karena pada LAN semakin banyak terjadi perpindahan makin banyak pula
kebutuhan akan pengkabelan ulang, hampir keseluruhan perpindahan dan
perubahan membutuhkan konfigurasi ulang hub dan router.

VLAN memberikan mekanisme secara efektif untuk mengontrol perubahan ini
serta mengurangi banyak biaya untuk kebutuhan akan mengkonfigurasi ulang
hub dan router. Pengguna VLAN dapat tetap berbagi dalam satu network
address yang sama apabila ia tetap terhubung dalam satu swith port yang
sama meskipun tidak dalam satu lokasi. Permasalahan dalam hal perubahan
lokasi dapat diselesaikan dengan membuat komputer pengguna tergabung
kedalam port pada VLAN tersebut dan mengkonfigurasikan switch pada VLAN
tersebut.

•Mengembangkan Manajemen Jaringan

VLAN memberikan kemudahan, fleksibilitas, serta sedikitnya biaya yang
dikeluarkan untuk membangunnya. VLAN membuat jaringan yang besar lebih
mudah untuk diatur manajemennya karena VLAN mampu untuk melakukan
konfigurasi secara terpusat terhadap peralatan yang ada pada lokasi
yang terpisah. Dengan kemampuan VLAN untuk melakukan konfigurasi
secara terpusat, maka sangat menguntungkan bagi pengembangan manajemen
jaringan.

Dengan keunggulan yang diberikan oleh VLAN maka ada baiknya bagi
setiap pengguna LAN untuk mulai beralih ke VLAN. VLAN yang merupakan
pengembangan dari teknologi LAN ini tidak terlalu banyak melakukan
perubahan, tetapi telah dapat memberikan berbagai tambahan pelayanan
pada teknologi jaringan.

Sumber :

Author: y3dips || y3dips@echo.or.id || y3d1ps@telkom.net
Online @ www.echo.or.id :: http://ezine.echo.or.id

REFERENSI

1. [Tutang dan Kodarsyah, S.Kom], Belajar Jaringan Sendiri, Medikom
Pustaka Mandiri, Jakarta , 2001.
2. [Tanutama, Lukas dan Tanutama, Hosea] , Mengenal Local Area Network,
PT Elex Media Komputindo,Jakarta, 1992.
3. [Wijaya, Ir. Hendra] , Belajar Sendiri Cisco Router, PT Elex
Media komputindo, Jakarta, 2001.
4. [Purbo, Onno W, Basmalah, Adnan, Fahmi, Ismail,dan Thamrin, Achmad Husni]
, Buku Pintar Internet TCP/IP, PT Elex Media Komputindo,Jakarta 1998.
5. [IEEE], “Draft Standard for Virtual Bridge Local Area Networks,”
P802.1Q/D1, May 16, 1997
6. [Heywood, Drew], Konsep dan Penerapan Microsoft TCP/IP, Pearson Education
Asia Pte. Ltd dan Penerbit Andi Yogyakarta, 2000.
7. [Pleeger, Charless P], Security In Computing, Prentice Hall,1989.
8. [Sudibyono, ir. Agt Hanung], Instalasi dan Aplikasi Netware Novell,
Andi Offset,1992.
9. [Jogiyanto, HM]. Pengenalan Komputer , Andi Offset ,1992.
10.[Muammar. W. K, Ahmad], Laporan Karya Ilmiah “Virtual Local Area Network
sebagai alternatif model jaringan guna peningkatan keamanan dan efisiensi
dalam sebuah local area network ” , Bogor 2002
11.http://net21.ucdavis.edu
12.http://www.cisco.com
13.http://www.tele.sunyit.edu
14.Modul pelatihan Auditing Network Security, Laboratorium Elektronika
dan komponen ITB, 2001.

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger Post
  • WordPress
  • Plurk
  • Share/Bookmark
Tagged with:
preload preload preload